Desain Arsitektur

Desain Arsitektur
1. Tahap Konsep (Preliminary Design)
a. Konsultasi awal dengan klien (kebutuhan & gaya desain)
b. Survey lokasi dan kondisi site
c. Analisis tapak (site analysis: orientasi matahari, arah angin, kontur, akses, dll.)
d. Penyusunan konsep desain awal (sketsa & mood board)
e. Presentasi ide/gagasan desain kepada klien
2. Tahap Desain Skematik (Schematic Design)
a. Pembuatan gambar skematik (denah, tampak, potongan)
b. Penentuan tata ruang (space planning)
c. Konsep bentuk & fasad bangunan
d. Pemilihan tema arsitektur (modern, minimalis, klasik, tropis, dll.)
e. Estimasi biaya awal (preliminary cost estimation)
3. Pengembangan Desain (Design Development)
a. Detail tata ruang dan zoning
b. Gambar 3D visualisasi / rendering eksterior & interior
c. Penentuan material, warna, dan tekstur
d. Penyesuaian desain sesuai feedback klien
e. Integrasi sistem struktur, MEP (Mekanikal, Elektrikal, Plumbing)
4. Gambar Kerja (Construction Drawing)
a. Gambar denah detail (layout furniture, plumbing, listrik, dll.)
b. Gambar tampak & potongan lengkap
c. Detail konstruksi (pondasi, struktur, atap, kusen, tangga, dsb.)
d. Detail interior (finishing, furniture custom, dll.)
e. Spesifikasi teknis (material & metode kerja)
5. Dokumen RAB (Rencana Anggaran Biaya)
a. Perhitungan volume pekerjaan
b. Perhitungan kebutuhan material & tenaga kerja
c. Estimasi biaya konstruksi rinci
d. Alternatif biaya sesuai pilihan material
6. Pengawasan Arsitektur (Supervisi)
a. Monitoring kesesuaian pekerjaan di lapangan dengan gambar desain
b. Koordinasi dengan kontraktor dan konsultan lain
c. Site visit berkala & laporan progres proyek
d. Quality control hasil pekerjaan & material